Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Coretan

Begini rasanya, berbagi pengalaman 8 bulan menjadi ibu

Sedikit cerita tentang pengalaman 8 bulan menjadi ibuk. Apa yang paling membahagiakan selama kamu menjadi ibu?  Yang paling membahagiakan ialah saat melihat tatapan anak sewaktu ia menyusu, saat melihat anak tertidur, saat melihat makanan di piring anak tandas tak tersisa, saat melihat satu per satu perkembangan dan kemampuannya, saat melihat senyum polosnya ❤️ ------------- Apa yang membuat mu sedih saat menjadi ibu? Yang membuat sedih seorang ibuk adalah saat melihat anaknya sakit.  Atau saat anaknya dibanding2kan dengan anak orang lain.  Mungkin mereka lupa, kalau setiap anak terlahir membawa keistimewaannya masing-masing.🌻 ------------ Nah sekarang apa tantangan yang kamu rasakan selama jadi ibuk? Saat mempunyai anak, ada banyak kebiasaan yang harus tergeser dan terganti. Ada banyak hal baru yang harus diadaptasikan dengan diri sendiri, dengan suami atau pun orang disekeliling kita.  Semua itu tidak jarang bisa membuat orang tua menjadi stres, baby blues, bahkan...

Sebuah Perjalanan Mencintai Buku

17 Mei 2019 Jadi kemarin itu adalah hari buku yaaa? Di beranda media maya banyak yang berfoto dengan buku. Tak mau ketinggalan, saya pun ingin menceritakan awal mula saya suka buku. Saya kurang ingat kapan persisnya, tapi yang saya ingat baik. Sudah sejak SD kakek saya selalu menyuruh saya membacakan buku untuknya. Mulai dari kisah Bilal sahabat Nabi yang sangat teguh dalam mempertahankan aqidahnya. Bilal yang disiksa dengan sangat ganas oleh majikannya karena memilih untuk memeluk Islam. Berat batu yang menindih tubuhnya tidak menggoyahkan sedikit pun lidahnya untuk tetap mengucapkan kata "ahad".  Buku yang berhasil membuat mataku basah waktu itu. Selain buku tentang kisah Bilal, yang paling berkesan dan sangat suka saya baca adalah kisah 25 Nabi dan Rasul, kumpulan cerita Wali Songo, dan tidak lupa, dulu ada buku dongeng yang selalu saya tunggu-tunggu untuk dipinjamkan oleh teman adalah buku dongeng hadiah dari @dancow . Maklum waktu itu saya belum minum susu...

Ketika Haus dan Lapar melanda

Hari ini saya sangat haus dan lapar. Beberapa minggu terbaring sakit membuat saya harus istirahat total dari bepergian dan membaca buku. Sempat saya beberapa kali meraih buku yang ada di rak kamar saya. Tapi, setiap kali membaca satu kalimat kepala saya menjadi pusing dan sakit. Saya pun kembali menaruhnya dan tidak membacanya.  Hari ini setelah saya mulai bisa berjalan dan sedikit beraktivitas saya kembali meraih buku. Saya mulai membacanya. Tetap saja, saya masih merasa sedih. saya belum mendapati buku yang saya inginkan.  Dulu, jika mau baca buku dan genre yang aku inginkan itu tidak ada di rumah pastilah aku langsung ke Gramedia. Tapi, kali ini harus sabar dulu dari bepergian dan hanya bisa membaca tulisan tersebut lewat media daring. Sedih, ya pasti. Belum lagi harus membatasi diri dari menghadiri acara-acara kepenulisan yang terlalu jauh. Tapi, semoga acara lemas dan masa pemulihan cepat berakhir dan saya bisa kembali beraktivitas seaktif biasanya.  ...

Melihatlah Kebawah

Tidak jarang kita dapati ada pasangan yang adem ayem saat perekonomian mereka masih dibawa rata-rata. Kehidupan mereka diselimuti oleh rasa syukur dan harmonis.  Namun, banyak juga yang ketika perekonomian mereka bisa dibilang di atas rata-rata justru sering mengalami percekcokan dan selalu merasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.  Memandang hal ini, jika kita telusuri dengan cermat apa yang menjadikannya demikian? Rasa syukur yang kurang mungkin bisa menjadi pemicunya. Selalu ingin melihat ke atas dan kurang melihat ke bawah. Selalu melihat orang yang lebih kaya darinya, selalu membandingkan kebahagiaannya dengan orang lain. Tanpa melihat keadaan orang-orang yang kekurangan darinya, orang yang makan saja susah. Ia selalu melihat kebahagian orang lain tanpa menyadari banyak kebahagiaan yang ada pada keluarganya yang juga ingin diduduki oleh orang lain.  Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. ...

Mengundurkan Diri dari MI Anassappu

Hari ini saya baru saja mengambil langkah baru dalam perjalan karier mengajar saya. Saya mengundurkan diri dari sekolah. Meski pun masih berstatus honorer di salah satu sekolah yang ada di Gowa tetap saja menurutku sangat berat mengambil keputusan ini. Mungkin karena sudah nyaman dan ikatan emosional saya dengan anak-anak yang telah melekat. Namun, bukan tanpa alasan saya mengundurkan diri. Melainkan karena ingin mempersiapkan diri untuk melanjutkan sekolah s2 di luar negeri. Ini impian saya sejak kuliah s1. Dan impian tetalah impian. Saya merasa terbebani, sangat terbebani ketika impian saya belum tercapai. Maka dari itu, saya mengambil keputusan ini. Berhenti mengajar dan fokus untuk kursus dan mengejar LPDP. Ada yang bertanya, kenapa tidak mengajar sambil kursus? Okeey sebelumnya bukannya saya ingin mengeluh, akan tetapi jarak antara tempat  mengajar dan tempat tinggal saya sekarang harus di tempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan. Itu pun harus di antar oleh suami y...

Aku Tidak Bisa Menulis Hari ini.

Aku tidak bisa menulis hari ini Buku ku terbatas Aku tidak bisa menulis hari ini Alam ku terbatas Aku ingin bebas mengunjungi tempat-tempat pemuncul ide. Tapi alamku terbatas. Sejak beberapa bulan lalu, aku tak lagi menulis selain menuliskan diri sendiri. Dan itu menyebalkan. Di saat mendapati tulisanmu monoton dan hanya terpaku pada satu objek. Andai semua orang mengerti, bahwa jiwa yang aku miliki adalah jiwa pengembara. Aku suka keluar membaca alam. Membaca kejadian-kejadian sekitar. Jiwaku bukan untuk ditekan. Terlebih dibatasi. Andai semua orang tahu jika caraku menulis dengan membaca. Membaca tak hanya buku. Seorang penulis hebat akan sering keluar membaca alam untuk mendapatkan hal-hal baru dalam tulisannya. Bahkan seorang Habiburrahman harus tinggal di luar negeri untuk bisa menyelesaikan Novelnya. Andai dia tahu. Ada orang yang tahu tentang jiwaku. Aku ingat. Ada satu orang yang tahu. Yaa. Dia adalah pembimbing skripsi dan komikku. Pemberi kebebasan saat saya berimaji...

Al-Muqtadir

Pernahkah kalian berada dititik dimana kau telah menyerah? Lalu mengiklaskan semua kepada yang kuasa. Yah, inilah yang aku alami saat ini. Di atas sajadah aku kembali menitikkan airmata. Airmata kepasraan seorang hamba kepada penciptanya. Untuk hal yang aku harapkan dan belum bisa terealisasi, mungkin Allah punya jalan tersendiri. Mungkin ini jalan terbaik atau Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih besar di hari esok.  Atau Allah telah menyiapkan yang terbaik untukmu. kita tidak tahu keajaiban-keajaiban apa yang telah disiapkanya untuk hambanya. Tugas kita hanyalah berusaha menjadi hamba yang taat. Melakukan semua dengan sebaik mungkin. Berusaha sebisanya. Semoga kita mendapatkan yang terbaik. Amiin.                             Sumber:SlideShare

Mimpi yang Tertidur

Setiap hari kita hanya menunggu. Mengulur waktu terlalu lama. Hingga sebagian impian telah pergi termakan usia. Mungkin kita butuh belajar lebih keras lagi atau mati dimakan penyesalan tiada henti. Diam tanpa usaha? Bukan begitu caranya menggapai mimpi Nak. Kau harus memeras keringat, membiarkan matamu menyaingi panda pada lingkaranya. Mungkin salah satu hal yang membuat kita lalai adalah fasilitas yang kita miliki sekarang.Tanpa adanya management yang baik dari diri pribadi fasilitas yang seharusnya membawa banyak manfaat justru menjadi bumerang bagi pemiliknya. Terkadang kita terlalu lama berleha-leha di depannya. Menatap medsos (FB, Ig,dkk..) di smarphone  berjam-jam, yang isinya tidak lain  hanya sebatas status skefo (sekadar info) tak memberi nutrisi bagi otak. Bangunlah Nak, Jangan menjadi generasi yang dikendalikan oleh teknologi. Dirimulah yang harus mengendalikannya. Kurangi membuka beranda FB mu. Berselancarlah pada media online yang menyajikan lebih banyak i...

Sepenggal Hikmah

Semakin banyak buku yang saya baca, saya merasa semakin bodoh dan sangat tidak pantas untuk dikatakan sebagai penulis. Masih sangat minim pengetahuan saya tentang kepenulisan. Saya merasa belum tahu apa-apa. Apalagi untuk berbicara di depan siswa atau mahasiswa. Saya merasa belum ada apa-apanya.         Pada kesempatan hari ini, saya mulai menjadi pemateri di salah satu Universitas yang ada di makassar. Bisa dibilang nekat, karena menerima tawaran dari salah seorang teman untuk menggantikannya menjadi pemateri.          Sebenarnya saya sedikit canggung dan hampir menolak sebab di hadapkan dengan suasana dan keadaan yang berbeda dimana biasanya saya di dampingi oleh teman-teman penulis dan yang saya hadapj hanyalah siswa SMA, sekarang saya harus menjadi pemateri tungal dan menghadapi mahasiswa dari Universitas lain. Terlebih lagi tak ada satu pun yang saya kenal dari panitia.          Tapi, karena rasa ingin berbagi...

Jadilah Pembaca yang Rakus Nak.

2 Oktober 2017  Hello selamat pagi Dear dan selamat datang di bulan Oktober.  Dan masih saja dalam suasana  penghujan. Yoo wees nggak papalah. Bukanya hujan adalah pembewa rezki?. Semoga saja. Oh iya, ini adalah hari senin, saatnya anak kuliahan pada ngampus. Uppz. Dan ternyata saya telah menanggalkan status mahasiswa saya kemarin. Pada tanggal 28 september kemarin. Yah, baru-baru ini. dan selamat Nak. Kamu telah memasuki dunia baru. Pengangguran. Aku harap hanya untuk sementara waktu saja gelar ini tersematkan padaku. Sebab, keinginan untuk segera melanjutkan kuliah masih sangat besar. Ya, terutama kuliah ke luar negeri. Masih sangat bersar harapanku. Meski begitu aku sadar, untuk saat ini bukan lagi saatnya meminta kepada ortu untuk membiayai S2 saya. Yaah, lebih tepatnya saya akan mencari beasiswa. Beasiswa yang selama ini saya incar-incar ialah LPDP. So, sekarang untuk menuju ke sana apa yang harus saya lakukan? yah tentu saja dengan banyak belajar bahasa inggri...

Man Jadda Wa Jada

29 september 2017 Man Jadda Wa Jada.   Biarlah aku mengabadikan niatku ini. keinginan yang begitu kuat. Harapan yang begitu besar. Dulu, aku pernah menuliskan daftar keinginanku. Ada begitu banyak harapan dan keinginan di sana. Beberapa diantaranya telah tercoret. Termasuk harapan untuk menerbitkan buku puisi, Novel, cerpen, Opini, Essai. Aku telah berhasil menyelesaikan harapan itu. Dan kemarin aku kembali berhasil mencoret satu harapan yang telah tercapai di waktu yang tepat. Aku berhasil menyelesaikan S1 di salah satu Universitas Islam di Makassar (28 September 2017). Alhamdulillah dengan predikat Cum laude.  So, what the next? Baiklah, sebenarnya masih ada mimpi dan harapan yang belum tercapai di dalam daftar yang pernah aku buat. Masih sangat banyak. Dan jika ditinjau dari segi waktu, ada dua harapan yang akan aku kejar kembali dalam waktu dekat. Menikah dan melanjutkan S2 di luar negeri. Wah, Menikah? Ya, di usiaku yang hampir memasuki 23 tahun tentu saja ak...

Cinta itu Suci Nak.

            Aku bersyukur. Aku bersyukur bisa mengenalmu. Dan jika kelak Allah telah membuka jalan untukku dan dirimu untuk bisa saling  mendampingi. Aku berharap agar semua sikap egois dan mudah ngambek yang masih sulit untuk aku hilangkan segera terkikis dan menjauh dari diriku. Kuingin selalu bersyukur mengenalmu. Meski kita diselimuti oleh banyak kekurangan. Yang tak jarang membuat kita saling melukai. Semoga. Semoga kekurangan bukanlah hal yang bisa membuat kita menjadi insan yang semakin buruk.             Aku ingin mendampingimu. Selalu. Kau tahu baik itu. Susahmu. Bahagiamu. Aku selalu ingin agar kau tidak sendirian. Tapi, apakah kau pantas untuk menerima sebuah ketulusan? Disaat hadirku mungkin saja kau anggap sebagai beban. Saat ini yang selalu ku ingat hanya pengorbananmu saat pertama dulu. saat masa-masa awal kebersamaan kita. Harapku semoga usia kebersamaan tidak menyurutkan ka...

Bukan untuk di Baca

Andai ia tahu, betapa aku bersyukur memilikinnya sebagai salah satu teman terdekatku. Selain keluargaku. Dia adalah salah satu orang yang menjadi teman berbagiku. Hanya saja aku tidak bisa mengatakan, jika ia juga menganggapku demikian. Di kecewakan. Sudah sering. Tapi, satu-satunya alasan aku untuk tetap berteman baik denganya adalah dengan mengingat kebaikannya. Terlalu banyak kebaikan yang telah ia sumbangkan dalam perjalanku. Meski tak bisa ku pungkiri. Semua kebaikan itu perlahan-lahan terkikis dan ia mulai menjelma menjadi sosok yang menyebalkan. Menganggap semua mudah. Terlalu menggampangkan segala sesuatu. Dia tidak tahu. Gelas plastik pun jika di lempar berkali-kali bisa pecah. Sabar. Itu yang selalu ia sorakkan saat emosi mulai membuncah karena ulahnya yang tidak bisa berubah. Sudah beribu kali ia berjanji untuk mengubahnya. Tapi, tidak ada kemajuan sama sekali. Tapi, sekali lagi. Aku kembali mengingatkan diriku. Jika diriku sendiri masih memiliki banyak kekurangan. Sangat ...

Surat penelitian

18 Mei 2017, kemarin seperti biasa aku bergegas ke Fakultas. Dengan beberapa agenda. Salah satunnya adalah untuk memberikan Sk kepada penguji konfrenku. Di fakultas aku bertanya ke sana ke mari perihal penguji yang aku dapat siapa tahu saja mereka kenal. Tapi, hanya satu yang berhasil aku dapatkan nomornya itupun setelah bertanya ke beberapa orang yang tidak aku kenal sebelumnya. Pak Yahya. Alhamdulillah dapat satu. Setelah mendapat nomornya aku lekas membeli pulsa dan daftar TM. Lalu segera menghubunginnya. Tentunya dengan menyiapkan kalimat yang ringkas dan pas untuk di katakan. Beberapa saat kemudian hp aku bergetar tanda panggilanku sudah di jawab. Langsung saja aku menanyakan keberadaannya dan tujuanku menelponnya. Saat aku tahu ia berada di LP2M dan ia menyuruhku ke sana.             Aku bergegas. Namun saat aku turun ke lantai dasar. Aku bertemu dengan senior yang juga mengurus penyelesaianya. Ia menanyakan sudah sampai ma...

Lebih dari yang Bisa Kau Bayangkan

Aku membutuhkanmu lebih dari yang bisa kau bayangkan. Kak, mungkin bagimu aku adalah adikmu yang paling rewel dan menyebalkan. Suka menyusahkan. Plus manjanya minta ampun. Kau tahu? Sebenarnya aku mampu melakukan semua itu tanpamu. Buktinya saat pengurusan berkas-berkas aku bisa bergerak lincah meski banyak rintangan dan harus menunggu lama di fakultas. Semua aku lakukan sendiri. Aku berlari ke sana ke sini untuk melengkapi berkas. Hari ini pun demikian. Aku melakukan semuanya sendiri. Banyak bertanya dan menjadi cerewet. Hanya saja saat harus keluar kampus. Aku bisa apa jika aku adalah tukang mabuut akut yang tidak bisa naik mobil(pete-pete). Tapi, sekarang aku bisa melakukan semuanya sendiri dengan naik gojek. Aku bisa melakukan semua tanpamu. Tapi, Bukan itu masalahnya. Kak, kau harus tahu Bukan kesibukanku yang membutuhkanmu. Bukan pula ragaku. Tapi, hati dan perasaanku. Aku membutuhkanmu. Lebih dari yang bisa kau bayangkan. Hanya saja kau tak bisa memahaminya kak. Atau a...

Dirimu adalah Candu

Semalam aku melihat bayangmu dalam lelap. Senyum tipis, mata sayumu, masih menemaniku pagi ini. Rindu. Kata itu, rasa itu, kembali datang menemuiku. Aku ingin mengusirnya. Menutup rapat mataku. Tapi sihirmu sungguh kuat membuat lumpuh. Ragaku tak bisa menolakmu. Terlebih lagi hatiku. Sebab dirimu adalah candu.

Lukai Aku Sekali Lagi

Lukai aku sekali lagi Maka esok akan kau temukana hatiku yang semakin menguat Hari ini kubiarkan tangis sebagai pengantar mimpiku Bukan lagi suara ataupun cerita lucu darimu   Biarlah.. Biarlah kekecewaan ini kutangisi malam ini Bukankah waktu adalah pengobat terbaik untuk luka? Jika demikian, maka akan kunikmati luka yang kau titip Dan kubiarkan waktu membawa bayangmu Seperti dulu, Yang tiada kau dalam hidupku Aku baik-baik saja bukan? 08/05/2017 http://www.kutudrama.com/2014/03/wonderful-days-episode-3.html

Abu-abu

Hari ini aku memakai baju abu-abu. Bukan tanpa alasan mengapa aku senang mengenakanya akhir-akhir ini. Tersebkan oleh kesadaranku yang mulai terbuka akan sebuah hal. Jika hadirku ternyata hanyalah beban untuk seseorang. *** Lalu apa hubungannya dengan warna abu-abu? Ini adalah cerminan dari perasaanku sendiri. Selama ini kukira seseorang telah ikhlas bersamaku dan membantu banyak hal dalam hidupku. Ternyata aku salah. Aku kira dia adalah segalanya. Aku kira dia adalah orang yang sangat tulus padaku. Sangat sabar menghadapiku. Aku hampir menyerahkan 100 persen kepercayaanku padanya. Hingga akhirnya aku mengetahui, bahwa hadirku adalah beban untuknya. Aku tentu merasa sangat sakit. Lebih sakit dari patah hati. Dia melukaiku dua kali. Yang pertama dia telah berbohong bahwa dia ikhlas bersamaku. Yang kedua adalah saya menyadari bahwa dia tidak sepenuhnya tulus bersamaku. Mungkin. *** Sekarang waktunya untuk menata kembali hatiku. Tidak ada kata terlambat bukan? Mungkin aku hanya akan...

Untuk Apa Ada Aku?

Senja telah beranjak. Diikuti oleh bayangmu yang kian memudar. S ore itu, kau pamit untuk pulang. Katamu kau tidak bisa menghubungiku untuk beberapa hari ini. Seminggu lebih tepatnya. Ada sesuatu yang ingin kau selesaikan. Seketika senyumku berubah jadi kecut. "Tidak bisakah kau mengerjakannya lalu menyisihkan sedikit waktumu untuk berkabar denganku?" Katamu "Tidak!!" Aku menarik langkahku bersama kekecewaan . Lalu untuk apa ada aku jika hadirku hanya sebagai penghalang langkahmu?  Untuk apa ada komitment tuk bersama saat kau tidak bisa melakukan apa-apa jika ada aku?  Lalu bagaimana kehidupan setelah menikah nanti? Aku pasti akan selalu ada di dekatmu.  Jika katamu demikian, maka untuk apa kita bersama?  Dulu kau bisa menyelesaikan sebuah buku untukku. Tanpa harus ada jedah dan jarak antara kita. Kau bisa menghasilkan banyak tulisan lalu terbit. Kita kompak melakukannya bersama-sama. Lalu kenapa baru sekarang kau mengatakan untuk memberi jarak pada ki...

Tentang Aku yang Diam-diam

Kuceritakan sedikit lelahku di penghujung senja. Tentang aku yang diam-diam masih berharap. Tentang aku yang diam-diam menyimpanmu pada atma. Tentang aku yang diam-diam merawatmu pada tekatku yang telah lama membulat. Tentang kau yang diam-diam menjadi elegi dalam lelapku. Kuceritakan lelahku pada embun Agar ia tidak tinggal Cukup singgah Lalu menguap Kuceritakan lelahku pada angin Sebab aku ingin alam pun tahu Bahwa harapanku masih berdiri kokoh Tidak lengser sedikit pun Demi mimpi Demi asah Demi Ibu dan Ayah Yakinlah aku masih berdiri  Meski lelah selalu datang membuntutiku Percayalah aku tidak pernah menyerah 05:56 27 April 2017 aliexpres.com