Man Jadda Wa Jada.
Biarlah aku mengabadikan niatku ini. keinginan yang begitu kuat. Harapan yang begitu besar. Dulu, aku pernah menuliskan daftar keinginanku. Ada begitu banyak harapan dan keinginan di sana. Beberapa diantaranya telah tercoret. Termasuk harapan untuk menerbitkan buku puisi, Novel, cerpen, Opini, Essai. Aku telah berhasil menyelesaikan harapan itu. Dan kemarin aku kembali berhasil mencoret satu harapan yang telah tercapai di waktu yang tepat. Aku berhasil menyelesaikan S1 di salah satu Universitas Islam di Makassar (28 September 2017). Alhamdulillah dengan predikat Cum laude.
So, what the next?
Baiklah, sebenarnya masih ada mimpi dan harapan yang belum tercapai di dalam daftar yang pernah aku buat. Masih sangat banyak. Dan jika ditinjau dari segi waktu, ada dua harapan yang akan aku kejar kembali dalam waktu dekat. Menikah dan melanjutkan S2 di luar negeri. Wah, Menikah? Ya, di usiaku yang hampir memasuki 23 tahun tentu saja aku berkeinginan untuk segera menikah. Maklumlah, dengan alasan agar ada yang menjaga jika nanti keluar negeri (cieeellah, yang ingin dijaga ) tentu saja untuk menyempurnakan agama dan lebih lagi agar bisa terhindar dari dosa-dosa nafsu dunia yang fana ini. kalian tahu kan? Bagaimana bebasnya pergaulan dunia saat ini? Namun, saat kita berbicara tentang jodoh. Kita hanya bisa berdoa dan berharap. Keinginan tetaplah keinginan. Harapan tetaplah harapan. Selanjutnya ada Allah penentu jalan yang terbaik untuk setiap hambanya.
Yoo wess, kita pindah kemasalah kuliah di luar Negeri. Berbicara tentang kuliah di luar negeri tentu gampang, namun jalan untuk menuju ke arah sanalah yang membutuhkan pengorbanan dan perjuangan yang tidak gampang. Butuh proses yang panjang. Masih ada nilai IELTS yang harus dicapai. Masih banyak tes-tes yang harus di lewati, belum lagi berkas-berkas yang sering membuat kepala pusing tuju keliling. Nah, saat seperti inilah prinsip kita harus digunakan. Man jadda wa jada. There is a will. There is a way.
Jika S1, bisa kau gapai di waktu yang tepat. So, kenapa tidak untuk S2?
Selamat berjuang Ainun Jariah, S.Pd. ke episode hidup selanjutnya.
@Jariah’s

Komentar
Posting Komentar